Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat. Setiap hari, kita menerima berbagai kabar melalui media sosial, WhatsApp, dan media online. Namun, tidak semua informasi yang kita terima adalah benar. Banyak dari informasi tersebut merupakan hoaks—informasi palsu yang bisa menyesatkan bahkan membahayakan masyarakat.
Apa Itu Hoaks?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, hoaks adalah informasi bohong. Di era globalisasi ini, hoaks menyebar begitu cepat karena adanya media sosial. Informasi keliru tersebut bisa menyesatkan pembaca dan menciptakan kesalahpahaman dalam jangka panjang.
Ciri-Ciri Hoaks
Agar tidak mudah tertipu, kita perlu mengenali ciri-ciri hoaks berikut:
- Sumber Tidak Jelas
Biasanya hoaks berasal dari sumber anonim atau yang tidak dapat diverifikasi. - Judul Sensasional dan Provokatif
Hoaks sering menggunakan judul yang dramatis atau memancing emosi agar menarik perhatian. - Tidak Ada Referensi yang Mendukung
Informasi hoaks jarang menyertakan sumber atau data yang dapat diverifikasi.
Cara Mengidentifikasi Hoaks
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memverifikasi keabsahan informasi:
- Periksa Kredibilitas Sumber
Gunakan sumber resmi atau media terpercaya. - Gunakan Layanan Pemeriksa Fakta
Situs seperti Cekfakta.com atau Turnbackhoax.id bisa membantu memastikan informasi. - Analisis Isi Informasi
Perhatikan apakah ada ketidakkonsistenan dengan fakta yang sudah diketahui. - Cek Tanggal Publikasi
Terkadang hoaks adalah berita lama yang disebarkan kembali. - Bandingkan dari Beberapa Sumber
Jika hanya satu sumber yang memberitakan, cari konfirmasi dari sumber lain.
Isu-Isu Hoaks Populer yang Sedang Tren
1. Deepfake dan Manipulasi Video
Contohnya adalah video Presiden Jokowi berbicara dalam bahasa Mandarin yang viral. Padahal, video itu telah dimanipulasi menggunakan teknologi deepfake. Kominfo menegaskan video tersebut palsu dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya.
2. Voice Cloning untuk Menipu Uang
Ada kasus pemalsuan suara atasan perusahaan yang digunakan untuk memerintahkan karyawan mentransfer uang. Ini dikenal sebagai voice cloning, dan sangat berbahaya, terutama jika menargetkan orang tua.
3. Hoaks Kesehatan soal Vaksin
Masih tersebar kabar palsu bahwa vaksin COVID-19 mengandung chip pelacak atau virus Marburg. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa barcode vaksin hanya untuk keperluan logistik, bukan alat pelacak.
4. Hoaks Politik Jelang Pemilu
Mendekati pemilu, banyak hoaks bermunculan, seperti tuduhan kecurangan atau manipulasi data pemilih. Kominfo bekerja sama dengan Google, Meta, TikTok, dan membentuk Satgas Anti-Hoaks yang menggunakan AI untuk memfilter konten palsu.
5. Hoaks Sosial: Ledakan HP di Jok Motor
Video viral tentang motor meledak karena HP di bawah jok ternyata hanya gabungan video lama. Tidak ada bukti bahwa HP bisa menyebabkan ledakan seperti yang diklaim dalam video tersebut.
Kesimpulan
Dalam dunia digital yang penuh informasi, penting bagi kita untuk bersikap kritis, tidak langsung percaya, dan selalu cek fakta. Dengan memahami ciri-ciri hoaks dan cara mengidentifikasinya, kita dapat menjadi bagian dari masyarakat yang cerdas digital dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan.
Mari jadi agen penyebar kebenaran, bukan penyebar hoaks!
Referensi:
- https://katadata.co.id/lifestyle/varia/6555ec0b73b94/memahami-pengertian-ciri-dan-cara-mengidentifikasi-hoaks
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/disinformasi-video-pidato-presiden-jokowi-diduga-menggunakan-bahasa-mandarin
- https://www.komdigi.go.id/berita/berita-hoaks/detail/hoaks-chat-audio-di-grup-whatsapp-bisa-kuras-saldo-rekening
- https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210528/1137831/hoax-vaksin-covid-19-mengandung-mikrocip-magnetis/
- https://www.kompas.com/tag/pemilu-2024
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/469/fakta-atau-hoaks-benarkah-ada-motor-yang-meledak-di-jawa-timur-gara-gara-ponsel-di-bawah-jok


