Detail Artikel

Jelajahi Artikel Edukatif Tentang Literasi Media

Bijak Bermedia

Literasi Media dan Informasi: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengembangkan Kemampuan Literasi Media.

Pengertian Literasi Media dan Informasi

Literasi media dan informasi merupakan kemampuan penting di era digital saat ini. Menurut W. James Potter (2005), media literacy adalah seperangkat perspektif yang digunakan secara aktif untuk menafsirkan pesan media. Sementara itu, Sonia Livingstone (2004) mendefinisikan literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan pesan dalam berbagai konteks.

Literasi ini tidak hanya mencakup pemahaman terhadap media konvensional seperti televisi atau surat kabar, tetapi juga melibatkan media sosial, internet, serta berbagai bentuk komunikasi digital yang kini menjadi sumber utama informasi masyarakat.


Mengapa Literasi Media Penting?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menerima beragam pesan dari berbagai media. Pesan-pesan tersebut bisa bersifat informatif, edukatif, namun juga manipulatif. Tanpa kemampuan literasi media, seseorang sangat rentan terhadap:

  • Informasi palsu atau hoaks
  • Polarisasi opini publik
  • Ketergantungan pada validasi media sosial (likes, komentar, share)
  • Paparan terhadap propaganda atau bias ideologis

Tujuh Kata Kunci dalam Literasi Media dan Informasi

  1. Validasi
    Motif seperti keinginan untuk tampil (caper), FOMO (fear of missing out), dan sensasi sering kali membuat seseorang membagikan konten tanpa memeriksa kebenarannya.
  2. Media (Teknologi)
    Perkembangan teknologi digital memperluas akses terhadap informasi, namun juga membuka peluang penyalahgunaan oleh individu atau kelompok tertentu.
  3. Ekspresi (Expose)
    Media memberi ruang bagi individu untuk mengekspresikan opini, namun juga berisiko mengekspos privasi dan menyebarkan opini yang tidak berdasar.
  4. Manipulasi (Fake)
    Konten palsu, deepfake, dan framing berita bisa menyesatkan audiens. Tanpa literasi, masyarakat mudah mempercayai informasi yang telah dimanipulasi.
  5. Audiens (Engagement)
    Audiens kini bersifat aktif: menyukai, mengomentari, dan menyebarkan konten. Sayangnya, partisipasi ini sering dilakukan tanpa pemahaman yang kritis.
  6. Legitimasi (Estetika dan Ideologi)
    Tampilan visual yang menarik sering kali menyamarkan pesan ideologis atau politis. Konten yang tampak estetis belum tentu menyampaikan kebenaran.
  7. Language (Visual)
    Bahasa media tidak hanya bersifat verbal, melainkan juga visual dan simbolik. Memahami gambar, warna, musik, dan bentuk visual membutuhkan keterampilan interpretatif.

Cara Meningkatkan Literasi Media

Agar tidak mudah terjebak dalam informasi yang menyesatkan, berikut beberapa langkah praktis untuk meningkatkan literasi media:

  • Cermati Sumber Informasi
    Pastikan informasi berasal dari media yang kredibel, seperti media resmi, institusi pemerintah, atau lembaga terverifikasi.
  • Jangan Langsung Percaya Judul
    Banyak judul dibuat sensasional untuk menarik perhatian. Selalu baca isi berita secara utuh agar tidak salah paham.
  • Periksa Fakta (Fact-Checking)
    Gunakan situs pemeriksa fakta seperti TurnBackHoax.id atau CekFakta.com untuk memastikan keabsahan informasi.
  • Telusuri Keaslian Gambar dan Video
    Gunakan fitur pencarian gambar seperti Google Image Search atau InVID untuk memastikan konten visual tidak dipakai di konteks yang menyesatkan.
  • Diskusi dan Edukasi
    Bergabunglah dengan komunitas atau forum literasi digital seperti:
    • MAFINDO
    • Siberkreasi
    • Indonesian Hoax Buster
    • Forum Anti Fitnah dan Hoaks (FAFHH)
  • Berpikir Kritis dan Reflektif
    Selalu tanyakan pada diri sendiri:
    Apa tujuan informasi ini? Siapa yang diuntungkan? Apakah ini fakta atau opini?

Kesimpulan

Literasi media dan informasi adalah bekal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga menjadi pengguna media yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk melindungi diri dari disinformasi dan manipulasi yang dapat merugikan baik secara individu maupun sosial.


Referensi

Pungente, John (1999). Key Concepts of Media Literacy.

Potter, W. James (2005, 2016). Media Literacy.

Livingstone, Sonia (2004). Media Literacy and the Challenge of New Information Environments.

Tentang kami:

Kami adalah platform edukatif yang mengajak masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media digital serta melawan hoaks.

Sosial Media Kami:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Bijak Bermedia